Ratusan Sopir dan Teknisi TransJakarta Mogok Kerja

Ratusan Sopir dan Teknisi TransJakarta Mogok Kerja  

Belasan Bus Transjakarta terjebak macet mulai dari Halte Tosari hingga Halte Bundaran HI, Jakarta (1/1). Hal ini terjadi karena ribuan massa memadati kawasan ini berunjuk rasa terkait serangan Israel ke Palestina. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.COJakarta — Sebanyak 150 sopir dan teknisi bus TransJakarta dari PT Jakarta Express Trans (JET) mogok kerja. Akibatnya, bus TransJakarta Koridor I jurusan Blok M-Kota dan Koridor X jurusan Cililitan-Tanjung Priok tidak beroperasi.

Mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, mereka berkumpul di depan kantor PT JET di Pinangranti, Jakarta Timur. Seorang sopir yang enggan menyebutkan namanya mengatakan tujuan mogok kerja memprotes belum dibayarkannya kenaikan upah selama enam bulan.

Saat ini, kata dia, sopir dan teknisi masih dibayar sesuai upah minimum Provinsi DKI Jakarta tahun 2012 sebesar Rp 1,5 juta per bulan ditambah upah tambahan Rp 200 ribu. “Kami mogok kerja karena rapelan belum dibayar,” ujarnya di depan kantor PT JET di Pinangranti, Jakarta Timur, Senin, 10 Juni 2013.

Direktur Operasional PT JET, Payaman Manik, mengatakan, mogok kerja disebabkan gonjang-ganjing kepastian kerja sopir. Kepastian kontrak kerja mengemuka menjelang berakhirnya kontrak PT JET sebagai operator bus TransJakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI pada 14 Juni mendatang. “Sampai sekarang belum ada kepastian,” katanya.

Faktor lain, lanjut Payaman, seperti yang diprotes oleh sopir dan teknisi mengenai kenaikan upah. “Sejak 2007, UP TransJakarta belum memberikan penyesuaian upah kepada sopir dan teknisi PT JET. Penyesuaian itu hanya kami lakukan sendiri,” ujarnya.

Payaman menilai wajar protes soal upah. Pasalnya, besaran upah sopir dan teknisi di koridornya jauh tertinggal dengan koridor lain. Sopir dan teknisi di Koridor XI dan XII mencapai tiga setengah kali upah minimum provinsi. Adapun upah sopir dan teknisi Koridor I dan X PT JET hanya satu kali UMP DKI 2012.

Menurut Payaman, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah meminta PT JET menyesuaikan upah itu. “Kami sudah menghadap Pak Ahok. Masalahnya, UP TransJakarta yang belum mencairkannya,” katanya. Alasannya, “Ada kendala di Badan Pengelola Keuangan Provinsi DKI.”

AFRILIA SURYANIS

 

http://www.tempo.co/read/news/2013/06/10/083487139/Ratusan-Sopir-dan-Teknisi-TransJakarta-Mogok-Kerja

Ditulis dalam News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori
(click here)
coin-ads.com bitcoin advertising network
Arsip
Follow me on Twitter
Ingat !!

"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi budak,"

kata Bung Karno saat berpidato pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1963

-Ir.Soekarno-

my pet
%d blogger menyukai ini: