20 Ribu Angkutan Umum Tangerang Diubah Jadi Bus

TEMPO.CO

20 Ribu Angkutan Umum Tangerang Diubah Jadi Bus

TEMPO.CO, Tangerang-Dinas Perhubungan Kota Tangerang mulai melakukan tahapan peremajaan 20 ribu armada angkutan umum yang ada saat ini menjadi kendaraan berbadan besar sejenis bus. Langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa beralih menggunakan kendaraan umum dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi atau angkutan umum dalam menekan kemacetan di wilayah Tangerang dan ibu Kota Jakarta.

 

Tahap peremajaan dimulai dengan melakukan pendataan perusahaan angkutan umum yang memiliki badan hukum. “Saat ini sudah semakin banyak, pengusaha angkutan mengurus izin dan berbadan hukum,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Ivan Yudianto, kepada Tempo, Ahad 2 Juni 2013.

 

Upaya Dinas Perhubungan untuk menggerakan pengusaha angkutan melengkapi diri dengan segala jenis aspek perizinan mulai dilakukan sejak 2012 lalu. Program peremajaan termasuk kelengkapan sopir seperti seragam dan identitas diri hingga kepemilikannya berupa badan hukum, berupa persekutuan komanditer atau CV, perseroran terbatas (PT), dan koperasi, untuk mempermudah pengawasan. “Kami minta mereka yang masih perorangan, untuk bergabung membuat suatu badan hukum,” ujar Ivan.

 

Hasilnya, kata Ivan, dalam waktu beberapa bulan sekitar 50 persen dari 20 ribu armada angkutan umum di Kota Tangerang telah memiliki badan hukum. “Padahal sebelumnya tidak sampai 10 persen yang memiliki badan hukum,” katanya.

 

Nantinya, Ivan melanjutkan, hanya pengusaha angkutan umum yang berbadan hukum saja yang bisa mengelola jasa angkutan umum di wilayah Kota Tangerang. Angkutan umum, kata dia, secara bertahap akan diubah menjadi bus ukuran tiga perempat. “Angkot di Kota Tangerang akan bermetamorfosis menjadi bus,” katanya.

 

Tujuan perubahan bentuk angkutan umum ini, kata Ivan, tidak lain untuk mengurangi kemacetan lalu lintas karena maraknya angkutan umum yang terdiri dari 80 trayek lebih itu.

 

Dari sisi regulasi, kata Ivan, Pemerintah Kota Tangerang sejak tahun 2003 sudah tidak menambah jumlah angkotan kota yang beroperasi di wilayah itu.”Sejak tahun 2003 sudah tak ada lagi izin trayek baru yang kami keluarkan,”katanya. Menurut Ivan, sesuai dengan aturan yang ada, izin trayek diambil alih oleh Dinas Perhubungan Provinsi Banten. “Kewenangannya sudah berpindah. Jadi kami tak pernah lagi mengeluarkan izin trayek,” ucapnya.

 

Kalaupun ada trayek baru angkutan kota di Kota Tangerang setelah 2003, itu adalah Dinas Perhubungan Provinsi Banten yang mengeluarkan izin. “Kami tidak tahu soal trayek baru,” ujarnya.

 

Menurut Ivan, dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta orang, jumlah angkot yang ada sudah cukup memadai, yakni lebih dari 20.000. “Dan jumlah itu sudah melebihi dari kebutuhan, sehingga angkot hanya ramai penumpang pada jam-jam tertentu saja, seperti pagi. Tapi kalau sudah siang kosong, tak ada muatan,”kata Ivan.

 

JONIANSYAH

 

http://id.berita.yahoo.com/20-ribu-angkutan-umum-tangerang-diubah-jadi-bus-233109551.html

Ditulis dalam News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori
(click here)
coin-ads.com bitcoin advertising network
Arsip
Follow me on Twitter
Ingat !!

"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi budak,"

kata Bung Karno saat berpidato pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1963

-Ir.Soekarno-

my pet
%d blogger menyukai ini: