Daging Sapi Mahal, Warga Beralih Konsumsi Menjangan

Daging sapi lokal
Daging sapi lokal

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT — Mahalnya daging sapi membuat masyarakat mencari alternatif lain. Di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kini mulai ada pedagang menjual daging menjangan dan cukup diminati pembeli.

“Harganya Rp 80 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibanding harga daging sapi yang sudah beberapa bulan terakhir masih mahal yaitu Rp 120 ribu per kilogram. Rasanya juga enak, bahkan kalau menurut saya lebih empuk dibanding daging sapi,” kata Sardi, seorang warga yang membeli daging menjangan di Pasar Keramat Sampit, Ahad (26/5).

Pantauan di Pasar Keramat, memang baru satu orang yang berjualan daging menjangan atau hewan dengan bahasa latinnya jenis cervus. Namun, diperkirakan jumlahnya akan bertambah karena ternyata daging menjangan cukup laris dibeli warga karena jauh lebih murah dibanding daging sapi.

Satu kilogram daging menjangan dijual Rp 80 ribu, sedangkan potongan-potongan tulangnya dijual Rp 50 ribu per kilogram. Pembeli terlihat cukup ramai karena selain harganya murah, sebagian sengaja membeli karena ingin mencoba bagaimana rasa daging menjangan.

Penjual daging menjangan mengaku tidak tahu menjangan tersebut didapat pemburu dari hutan daerah mana. Dia hanya menerima ketika ada warga yang menjual menjangan kepadanya, kemudian dipotong dan dijual lagi di pasar. “Saya tidak tahu,” ucap penjual tersebut singkat.

Siah, seorang penjual daging sapi tidak menampik jika daging menjangan mungkin akan menjadi pilihan pembeli lantaran harga daging sapi masih mahal. Namun menurutnya, ketersediaan daging menjangan juga tidak banyak karena tidak diternakkan.

“Menjangan itu kan adanya di hutan dan kalau ada pemburu yang dapat saja baru ada dijual di pasar, beda dengan sapi yang memang ada peternakannya. Kalau stok daging menjangan banyak, mungkin orang memilih daging menjangan karena harganya lebih murah,” ucap Siah

Ditanya soal masih mahalnya harga daging sapi, dia mengaku tidak tahu penyebabnya. Namun dia mengaku sudah membeli daging sapi dengan harga tinggi di pedagang besar sehingga terpaksa menyesuaikan harga jual agar tetap bisa mendapatkan untung.

“Saya tidak tahu juga kenapa di Sampit ini harga daging sapi masih Rp 120 ribu per kilogram, bahkan sudah beberapa bulan, kalau di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) mungkin murah saja harganya,” ucapnya.

Sekadar diketahui, sebagian sapi di Kotawaringin Timur didatangkan dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan. Itu terpaksa dilakukan karena peternak lokal belum bisa memenuhi semua permintaan daging sapi.

Ditulis dalam News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori
(click here)
coin-ads.com bitcoin advertising network
Arsip
Follow me on Twitter
Ingat !!

"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi budak,"

kata Bung Karno saat berpidato pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1963

-Ir.Soekarno-

my pet
%d blogger menyukai ini: