Kesempatan Cicipi Riset Logistik ke Indonesia dan Belanda

Kesempatan Cicipi Riset Logistik ke Indonesia dan Belanda
Untuk membuka kesempatan pada mahasiswa Indonesia dan Belanda untuk melakukan riset sekaligus praktik ilmiah dalam bidang logistik, program Living Lab Logistic Indonesia (LLLI) diluncurkan Selasa (16/4/2013), di Erasmus Huis Jakarta.

KOMPAS.com – Kesempatan untuk melakukan riset sekaligus praktik ilmiah dalam bidang logistik terbuka dengan kehadiran program Living Lab Logistic Indonesia (LLLI). Kerja sama pendidikan yang melibatkan perusahaan dan universitas baik dari Indonesia dan Belanda ini menyasar para mahasiswa, juga dosen dan para peneliti.

Duta Besar Belanda, Tjeerd F. De Zwaan menyatakan bahwa logistik dan pertanian merupakan bidang prioritas kerja sama dengan Indonesia.

“Melalui inisiatif pendidikan tinggi dapat memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” katanya seperti dikutip dari rilis resmi yang diterima Kompas.com.

Secara khusus, LLLI dikembangkan dengan tujuan untuk menyediakan pijakan bagi universitas dalam mendukung bidang logistik melalui cara mendidik sumber daya manusia berkualitas tinggi, memicu karir internasional, berkontribusi pada bidang pengetahuan untuk industri dan universitas, serta membawa inovasi ke industri dan mendukung pendidikan dan penelitian.

Kerja sama yang diprakarsai oleh Nuffic Neso Indonesia ini sudah menggandeng perusahaan teknik asal Belanda, Witteveen+Bos, serta dua perusahaan Indonesia, Samudera Indonesia dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo II).

Saat ini, rombongan mahasiswa dari universitas di Belanda dan Indonesia mulai terlibat dalam LLLI melalui proyek penelitian di Indonesia. Para mahasiswa tersebut berasal dari HAN, NHTV dan Rotterdam University of Applied Sciences, serta Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Trisakti.

Perusahaan-perusahaan tersebut telah menyediakan tugas bagi para mahasiswa dari kedua negara. Pada bulan September, para mahasiwa Indonesia akan berangkat ke Belanda untuk belajar dan praktek di institusi pendidikan tinggi Belanda.

 

Editor :
Caroline Damanik

 

Ditulis dalam News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori
(click here)
coin-ads.com bitcoin advertising network
Arsip
Follow me on Twitter
Ingat !!

"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi budak,"

kata Bung Karno saat berpidato pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1963

-Ir.Soekarno-

my pet
%d blogger menyukai ini: