kasak-kusuk MSA kargo

                                                                                                                                                                                                                    2244.12.132 Alvin Senna

Assalamualaikum wr.wb

   446987_logomsakargofine

  Sehubungan telah di laksanakannya kunjungan ilmiah bersama teman-teman kelas  S1 MLM C (ANGKATAN 2012)  ke MSA Kargo di daerah Cengkareng  yang masih berada di wilayah bandara Soekarno-Hatta.

      MSA kargo adalah perusahaan pergudangan yang menangani simpanan sementara barang yang di kirim oleh importir/vendor tertentu untuk nantinya di ambil dan di pindahkan ke gudang milik importir yang bersangkutan. Bersama Dosen pembimbing kita, yaitu Bpk Didiet Hidayat selaku dosen Logistik, kami semua menelusuri areal pergudangan milik MSA kargo untuk melihat peran serta sistem yang digunakan disana. Ada banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan.

Yang sudah saya ketahui, MSA kargo sudah berkembang hampir 30 tahun lamanya, Nah, berikut merupakan penjelasan tentang MSA kargo sekaligus Sistem Pengoperasiannya:

Di Gedung bagian depan, merupakan front office, disana mereka bekerja dalam sistem administrasinya, kita tidak fokus untuk membahas front office ya teman-teman, kita berfokus pada gedung bagian belakang yang di peruntukkan untuk tempat penyimpanan. APA ITU ? …  Yap! , betul sekali , GUDANG!  Disana terdapat  dua gudang, posisinya bersebelahan, kenapa gudang MSA kargo di sebut penyimpanan sementara?  Karena,  dalam pengawasan Bea dan Cukai, jika ada barang yang keluar atau masuk, harus ada sepengetahuan dari pihak Bea dan Cukai dan juga tentunya  pihak MSA .  gudang tersebut bersifat steril, jika ada barang yang hilang, akan terkena P2, apa itu P2? Yaitu POLISI. Didalam kawasan Pabean, ada yang disebut TPS, LOGISTIK, ada juga yang dikenal P26 yang fungsinya, mengatur  pengusaha TPS  itu sendiri yang menyangkut urusan barang, serta pemindahannya.  Di TPS, barang tersebut berstatus milik barang Negara , karena belum ada biaya masuk dan PDRI nya (Pajak Dalam Rangka  Impor), jadi masih dikuasai oleh negara yang di wakili oleh petugas Bea dan Cukai.  Disana terdapat Kerangkeng  besi yang terlihat seperti jaring yang berada di dalam gudang yang merupakan pembatas barang untuk masuk dan keluarnya barang, itu membuktikan gudang tersebut masih dalam pengawasan Bea dan Cukai, Krangkeng besi itu sendiri merupakan Standar/syarat gudang TPS.

Untuk menjadi pengusaha TPS,  harus ada sarana dan prasarana antara lain: forklift, perlengkapan gudang, hand pallet, perlengkapan untuk periksa barang, dan yang pastinya, tempat pun di bagi-bagi atas kelompoknya Dan harus tertata baik.  Di dalam membangun kepercayaan antara 2 pihak, yaitu pihak beacukai dan MSA, kunci gudang di di pengang oleh masing-masing pihak.  Kunci yang satu di pegang oleh pemilik TPS dan satu lagi oleh bea dan cukai, jadi waktu buka dan tutup gudang, harus di saksikan oleh ke-2 belah pihak, begitu juga jika si pemilik ingin mengambil barangnya, ia harus memenuhi 2 kewajiban.

         Kewajiban pertama, yaitu bea dan cukai,  membayar PPN, dan sudah mendapat izin untuk keluar, dan yang ke-2, kepada MSA kargo membayar uang sewa , ratusan barang dari berbagai perusahaan disimpan di sini, yang di sebut CONSIGNE, dan ada banyak jenisnya, misalkan : DGR (Dangerous Goods), dan General Cargo, jadi, jam kerja TPS menyesuaikan jam kerja bea dan cukai, Dari jam 8 pagi s/d 16.30.

Ditulis dalam logistic.edu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori
(click here)
coin-ads.com bitcoin advertising network
Arsip
Follow me on Twitter
Ingat !!

"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi budak,"

kata Bung Karno saat berpidato pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1963

-Ir.Soekarno-

my pet
%d blogger menyukai ini: